Belajar dari Orang Kaya, Hati-hati Pada 5 Kesalahan Finansial Ini

Belajar dari Orang Kaya, Hati-hati Pada 5 Kesalahan Finansial Ini

October 9, 2019 Off By admin

Konon katanya, kekayaan dan juga kesuksesan yang diraih seseorang, merupakan sebab akibat dari privilege yang dimiliki dari lingkungan kehidupannya. Bisa dibilang, ini tidak sepenuhnya benar. Sebab, tidak semua orang yang sukses dan kaya secara materi, datang dari background keluarga yang juga kaya raya. Ada juga orang yang memang dengan segala keterbatasannya tetap bekerja keras dalam meraih mimpi dan tujuan hidupnya hingga sukses. Jack Ma contohnya.

Privilege memang bisa jadi salah satu faktor penentu keberhasilan atau kesuksesan seseorang, namun bukan satu-satunya. Sebab, tidak semua orang yang berasal dari keluarga sukses dan kaya raya otomatis akan menjadi sukses dan kaya raya jika tidak diimbangi dengan kerja keras dan kemauan untuk belajar. Apalagi jika privilege-nya tersebut tidak dimanfaatkan dengan bijak, tidak menutup kemungkinan di kemudian hari orang tersebut malah tidak akan menjadi apa-apa.

Tapi, satu yang pasti, orang yang sukses dan kaya secara materi memiliki pola pikir yang juga kaya terutama terkait manajemen finansial. Mereka umumnya menghindari lima kesalahan finansial berikut ini:.

Impulsif membeli barang yang diinginkan tanpa pertimbangan

Dengan kondisi materi yang berlimpah, mungkin kamu berpikir bahwa orang kaya bisa membeli apa pun yang diinginkannya tanpa perlu pusing memikirkan keuangan. Faktanya, asumsi ini tidaklah benar. Justru, orang kaya sangat menghindari dorongan membeli barang tanpa pertimbangan yang matang. Sebab, bagi mereka, yang terpenting adalah kualitas dibanding kuantitas sebuah barang.

Mereka cenderung lebih memilih untuk membeli satu barang dengan harga tinggi namun kualitasnya tahan lama dibanding membeli banyak barang sekaligus tapi kualitasnya murahan. Kamu pun bisa mengikuti cara mereka yang satu ini. Apabila hasrat membeli barang datang tiba-tiba, sebaiknya jangan langsung dituruti. Tunggu tiga hingga tujuh hari, apabila hasrat tersebut menurun, maka kemungkinan besar kamu tidak benar-benar membutuhkan barang tersebut.

Terpaku pada tingginya harga, bukan nilai dan fungsi suatu barang

Masih seputar cara orang kaya membelanjakan uang, mereka lebih fokus pada nilai dan fungsi suatu barang dibanding gengsi dan kisaran harga barang tersebut. Sementara mungkin banyak dari kita yang masih terbuai dengan brand atau tingginya harga barang semata demi memenuhi gengsi dan ego. Padahal, tidak akan ada habisnya jika menuruti gengsi dan ego, yang ada hanya akan mempersulit kondisi keuangan.

Membuang-buang uang untuk bayar denda dan bunga

Orang-orang kaya termasuk yang sangat detail dalam memperhatikan informasi suku bunga dan denda dari instrumen kredit yang diambil atau dimilikinya. Sebab, denda atau suku bunga dari kredit bukan hal yang bisa diremehkan karena jika dibiarkan lama-lama jumlahnya akan menggunung. Mereka juga mengupayakan untuk membayar aneka tagihan tepat waktu agar terhindar dari denda atau bunga yang terus berjalan.

Hal ini dapat menjadi pelajaran yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memilih instrumen kredit. Saat ini, pilihan instrumen kredit sudah cukup beragam, tidak hanya kartu kredit, kredit dengan agunan, atau KTA saja, namun ada juga akses kredit digital sekaligus pinjaman dana cepat dari fintech seperti Kredivo yang tidak membebankan biaya lain-lain selain transaksi, bunga, dan denda. Berbeda dengan kartu kredit yang mana apabila kamu tidak melakukan transaksi pun, tetap ada biaya lain-lain yang dikenakan seperti annual fee, iuran bulanan, hingga biaya kartu.

Dengan Kredivo, kamu hanya perlu membayar tagihan jika pernah melakukan transaksi sebelumnya. Jika tidak ada transaksi, maka tidak ada biaya apa pun yang perlu dibayarkan. Sebagai akses kredit digital, Kredivo menawarkan dua jenis layanan kredit, yaitu belanja cicilan s.d 12 bulan di 250 lebih e-commerce dan merchant offline: Shopee, Lazada, Bukalapak, Tokopedia, Blibli, dsb, dan juga pinjaman dana cepat tunai mulai dari Rp500.000 dengan tenor maksimal hingga 6 bulan. Tingkat suku bunga yang diterapkan Kredivo juga terbilang rendah, hanya 2,95% per bulan, baik untuk cicilan ataupun pinjaman dana cepat

Telanjur nyaman dengan jumlah penghasilan saat ini

Fakta lainnya, orang kaya menghindari untuk merasa puas dan nyaman dengan jumlah penghasilan yang dimiliki saat ini. Mereka paling tidak memiliki dua sumber pendapatan lain di luar sumber pendapatan utama, entah itu dari keuntungan bisnis yang menjadi passive income atau pekerjaan sampingan lainnya. Hal ini cukup masuk akal dan bagus untuk dilakukan sebab biaya hidup dan kebutuhan akan semakin bertambah setiap harinya. Dengan memiliki sumber pendapatan lain, selain bisa meningkatkan taraf hidup juga bisa jadi jaminan sekaligus pegangan di kemudian hari apabila terjadi hal-hal tidak diinginkan, misal: PHK, dan lain sebagainya.

Tidak menabung dan mencoba investasi sejak dini

Tidak hanya selalu haus akan pengetahuan baru dan bekerja keras, orang-orang kaya juga rajin menabung dan melek investasi sejak dini. Warren Buffet contohnya, seorang investor dan juga pengusaha asal Amerika serikat, yang menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan kisaran harta kekayaan sekitar $82,9 Milyar menurut Forbes per Desember 2018. Kalau kamu berpikir bahwa menabung hanya diperuntukkan bagi mereka yng berpenghasilan besar saja,  maka kamu keliru. Begitu pun jika kamu berpikir bahwa investasi itu hanya berlaku bagi orang-orang kaya yang berani mengambil risiko saja. Sebab faktanya, instrumen investasi sangat beragam, muai dari yang konvensional dan minim risiko seperti investasi emas dan reksa dana hingga yang berisiko besar dan memerlukan pengetahuan lebih dalam seperti saham. Bahkan, sekarang, hanya dengan Rp100.000 kamu bisa memulai investasi reksa dana, lho.