Bagaimana Proses Pengajuan KPR untuk Rumah Second?

Bagaimana Proses Pengajuan KPR untuk Rumah Second?

December 6, 2019 Off By admin

Dengan alasan tertentu, sebenarnya membeli rumah second adalah pilihan yang tepat. Meskipun Anda tak memiliki uang yang cukup, namun Anda bisa membeli dengan KPR untuk bisa wujudkan rumah imajinasimu. Untuk proses KPR rumah second, sebenarnya, bagaimana caranya?

Syarat KPR Rumah Second

Sebelum Anda mengetahui bagaimana proses pengajuan KPR untuk rumah second, ada baiknya Anda tahu dulu apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk mengambil KPR jenis ini. Dalam lingkup bank, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah adanya sertifikat rumah atas nama pemilik sebelumnya.

Namun, untuk syarat umum pengambilan KPR rumah second ini adalah adanya sertifikat SHM atau SHGB. Bila si penjual rumah hanya memiliki sertifikat AJB, PPJB, girik dan lainnya, tidak bisa. Selain itu, rumah tersebut juga harus memiliki PBB yang dilampirkan ketika mengajukan KPR.

Rumah juga harus memiliki IMB yang juga dilampirkan ketika pengajuan KPR. Lebar rumah tersebut adalah minimal 5 meter dan bertempat di area yang bebas dari banjir, jauh dari area pemakaman dan juga jauh dari sungai serta tempat pembuangan sampah.

Lalu, Bagaimana Caranya?

  1. Mencari Rumah Second

Untuk prosesnya, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari rumah second yang akan di-KPR lebih dulu. Jika sudah menemukan rumah second yang pas, Anda bisa melakukan penawaran harga dengan si pemilik rumah. Dapatkan angka yang pas untuk Anda, Jika sudah, barulah siapkan semua syarat untuk meng-KPR rumah tersebut.

  1. Cari Bank

Jika sudah mendapatkan rumah yang diinginkan, untuk bisa dapatkan kredit rumah mudah, Anda harus mencari bank yang memberikan KPR lebih dulu. Salah satu yang bisa Anda pilih adalah BTN. Sebelum itu, pastikan Anda sudah menyiapkan semua persyaratan yang diberikan pihak bank.

Ingat, masing-masing bank memiliki syarat yang berbeda dalam memberikan KPR. Untuk syarat umum, selain surat-surat rumah yang ada di atas, Anda juga harus melampirkan NPWP, kartu keluarga dan KTP, slip gaji 3 bulan terakhir, surat keterangan kerja, surat keterangan menikah dan rekening koran tabungan 3 bulan terakhir.

  1. Proses Penilaian atau Appraisal

Bila pengajuan Anda sudah diterima, proses selanjutnya yang akan dilakukan pihak bank adalah proses penilaian atau disebut juga dengan appraisal. Proses ini dilakukan untuk menilai kelayakan dari debitur terhadap pinjaman yang diajukan. Dalam hal ini, proses biasanya dilakukan pihak bank dengan mengecek kondisi finansial dan BI checking.

Mengapa hal ini harus dilakukan? Bank melakukan ini tentu ada maksudnya, ya! Salah satunya adalah untuk mengantisipasi kredit macet. Jika proses ini sudah selesai, barulah penilaian terhadap rumah yang akan dibeli. Hal ini dilakukan untuk memberikan estimasi harga. Estimasi ini, nantinya akan menentukan besaran plafon yang diberikan.

Dalam proses ini, nantinya Anda akan dikenakan biaya sekitar Rp500.000,- yang akan diminta pada akhir proses appraisal. Namun, pada beberapa tempat juga diminta di awal. Beberapa waktu terakhir, proses yang satu ini juga kadang dilewati dan bank sendirilah yang akan memberikan penilaian.

  1. Mengurus Surat Perjanjian Kredit

Proses selanjutnya yang harus dilalui ketika ambil kredit rumah second ini adalah pengurusan Surat Perjanjian Kredit. Surat perjanjian kredit itu harus Anda pahami dengan benar. Beberapa poin yang harus diperhatikan seperti suku bunga, penalti, penentuan notaris yang akan mengurus semua dokumen dan berbagai biaya yang akan ditimbulkan dalam proses.

  1. Proses Tanda Tangan Akad

Jika Anda sudah membawa seluruh surat perjanjian kredit, langkah selanjutnya adalah proses tanda tangan akad. Proses ini biasanya akan dilakukan dengan bantuan serta arahan dari notaris yang sudah dipilih dengan kehadiran pihak terkait yang dalam hal ini adalah penjual, bank dan pembeli.

Dalam proses akad ini, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan juga. Misalnya saja biaya pelunasan KPR, biaya yang ada di dalam notaris yang jadi tanggung jawab pembeli serta kewajiban Anda menyerahkan kelengkapan dokumen pada pihak bank yang terdiri dari NPWP, sertifikat rumah, IMB, KTP, KK hingga PBB.

Jika ini sudah, Anda harus menunggu notaris mengecek keabsahan seluruh dokumen tersebut lebih dulu. Setelah selesai, akan dilanjutkan dengan proses penandatangan akad di hadapan notaris dan juga mendengarkan pembacaan seluruh hak dan kewajiban setiap pihak terkait jual beli rumah tersebut.

Dalam jual beli rumah second dengan cara KPR ini, ada beberapa akad yang berlaku. Pertama, akad jual beli yang mengikat penjual dan pembeli. Lalu, ada juga akad kredit yang mengikat pihak bank yang memberikan KPR dengan si pembeli.

Setelah semuanya selesai, barulah dana KPR Anda akan diturunkan. Anda bisa dapatkan rumah dengan desain rumah yg bikin relax sesuai keinginan. Nantinya, barulah Anda harus mencicil seluruh kewajiban hingga lunas setiap bulan tergantung kesepakatan di awal.